RSS

tell the world that you`re ...

tell the world that you`re ...
a strong person. talk louder, feel deeper. yes, you can!!

journey to Wungkalan \m/


capek... banget.
tapi juga seneng dan gak terlupakan.

prepare semuanya dari subuh, mulai dari misscall @candratriutomo supaya dia gak bangun kesiangan hingga harus menerjang gerimis di pagi hari, semuanya dilewati demi Wungkalan.

dapet jarkom pertama jam 6.30 hingga kemudian dapet jarkom susulan jam 8.30.
bete? pasti.
kecewa? banget.
kesannya seperti seenaknya sendiri, mempermainkan orang-orang yang sudah datang tepat waktu.
jelas ini merugikan banyak orang.

belum lagi saat harus saling menunggu satu sama lain, alhasil pukul 10,30an rombongan baru berangkat.

dari pertama berangkat, dalam hati udah seneng banget.
tapi sama sekali gak nyangka kalo akan seseneng itu.

perjalanan dengan motor ditempuh selama kurang lebih selama 3 jam.
melewati jalanan yang luar biasa "indahnya" seperti roller coaster.
naik, turun, naik, dan kemudian turun lagi.

belum lagi dalam perjalanan menuju lokasi disuguhi dengan pemandangan yang amat sangat indahnya.
d kanan dan kiri ada hamparan hijauan dengan pohon-pohon yang entah apa namanya, menjulang tinggi sekali. dan lebih indahnya lagi adalah pohon-pohon itu serempak sedikit miring, menambah nilai keindahannya. sayangnya saat itu gak sempet mengambil gambarnya...

tak beberapa jauh dari situ, telihati bentangan bukit dan pegunungan yang indah.

langit, sedikit mendung memang, namun tetap cantik.
bukit dan gunung yang dengan gagahnya menjulang tinggi.
pohon-pohon yang terlihat begitu rindangnya.
kebun-kebun buah naga yang terlihat rapi menarik.
indahnya INDONESIAKU.


gambar dia atas di ambil saat rombongan kami menuju desa Wungkalan. rute ini sengaja di ambil dengan jalan kaki karena memang kondisi yang tidak memungkinkan untuk kendaraan lain menyusuri jalan yang memang berbatu terjal.



ini diambil pas udah di desa Wungkalannya. lihat aja tuh jalan di desanya aja udah naik turun dengan indahnya seperti itu. bisa kebayang dong gimana perjalannya menuju desanya... di bawah kanan dari gambar diri saya, di sanalah sekolah SD desa Wungkalan. satu-satunya sekolah di kawasan tersebut.


ini salah satu jalanan menuju tempat desa Wungkalan. bukan aspal seperti di daerah-daerah lainnya. hanya batuan. batuan.
dan bisa dibayangkan sepanjang perjalanan, hanya jalanan seperti ini saja yang kami temui tidak ada yang lain.


hehehehehehe....

banyak hal yang didapat sepulang dari perjalanan tersebut.
mulai terbayang dan mulai berimajinasi akan seperti apa kegiatan baksos selama 3 hari 2 malam di sana nantinya..

can`t wait for that...
:D

tentang seseorang



Tak ada yang tahu bagaimana keadaannya sekarang.
Tak ada yang tahu bagaimana perasaannya sekarang.

Sedihkah? Terlukakah? Atau sedang bahagia? Atau... Masihkah dia baik-baik saja saat ini?

Mungkin tak pernah dia bayangkan semua hal ini akan terjadi. Mungkin juga tak pernah terpikirkan olehnya bahwa orang-orang yang dia anggap sebagai orang terdekatnya, keluarganya, tega meninggalkannya begitu saja. Meninggalkannya justru di saat dia membutuhkan keberadaan mereka di sampingnya.

Apa yang dia pikirkan, apa yang dia dengar, apa yang dia rasakan, dan apa yang dia katakan, sungguh tidak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri dan Tuhan saja yang tahu. Mungkinkah sekarang dia sedang menangis di dalam hati, atau mungkinkah kini dia hanya termenung terdiam memikirkan segala yang telah terjadi.

Dia rela meninggalkan orang-orang yang begitu menyayanginya dengan tulus demi seseorang yang menyebutnya sebagai satu-satunya orang yang mencintainya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya mungkin bagaimana semua ini bisa terjadi. Entahlah...

Senyum yang terlihat di wajahnya, sama sekali tak bisa menutupi bagaimana perasaannya saat ini. Tatapan mata kecewa, rasa bersalah, dan menahan sakit yang teramat dalam, itulah setidaknya yang kulihat dari tatapan matanya terakhir kali aku melihatnya.

Sama sekali tak memperlihatkan gurat rasa sedih, tapi dia tak bisa menyembunyikan tetesan air mata yang mulai telihat di sudut matanya. Bibirnya yang tersenyum kala itu, siapa yang tahu bahwa saat itu hatinya juga sedang menjerit. Merelakan hidupnya terjebak dalam kesendirian. Membiarkan hatinya terkurung dalam kesepian. Mungkin bukanlah sebuah kesepian yang abadi, tapi apa yang dia tunjukkan selama ini mungkin akan membawanya pada sebuah kesepian dan kesendirian.

Tak ada yang tahu bagaimana rasanya menjadi dirinya saat ini. Bertahan melawan segala hal demi tak ingin melukai hati seseorang yang dia cinta. Sedangkan orang yang dicintainya masih saja bersikap egois, dan telah menempatkannya dalam suatu masalah yang besar. Mengajaknya menuju suatu gerbang kehancuran yang kapan saja akan menyeret mereka ke dalam lubang penyesalan.

Mungkinkah selama ini dia hanya berpura-pura tidak tahu, atau pura-pura tidak mendengar, pura-pura tidak melihatnya?

Sungguh, ingin aku berlari padanya dan mengatakan bahwa dia tidak sendiri, karena dia masih punya aku, dia masih punya kita, dan kami. Sebutlah kami keluarga. Kembalilah pada keluargamu ini. Tak peduli apapun yang terjadi, kita tetaplah sebuah keluarga.

Cobalah, dengarkanlah bagaimana kata hatimu saat ini, apa kau masih bisa mendengarnya???

sebuah cerita...



seperti sebuah bohlam yang dipasang di sebuah gubuk kecil, yang terombang-ambing kesana kemari saat tertiup angin karena hanya digantung dengan sebuah kabel kecil pada atap yang mulai rapuh yang entah bisa bertahan sampai berapa lama.
seorang yang tak tahu harus melangkah kemana, hingga akhirnya dia akan tiba pada saat seperti lampu bohlam tersebut. terombang-ambing kesana kemari hingga jatuh karena terbawa angin dan sesaat kemudian lupa. lupa akan siapa dirinya sebenarnya. lupa tempat dimana seharusnya dia berada. lupa dengan siapa dia seharusnya berada saat itu.

seseorang yang mengabaikan. menyakiti. melukai. atau mungkin bahkan telah mengecewakan hati yang begitu tulus mencintai dan menyanyangi dengan sepenuh hati. mengabaikan perasaan orang yang begitu tulus demi menunggu seseorang lain yang mungkin bahkan seseorang tersebut tak pernah menyadarinya.

meskipun tahu apa yang telah dilakukan itu salah dan tidak seharusnya dilakukan, tapi mengapa hal tersebut masih saja dilakukan. seperti candu, rasa yang harus segera dipenuhi atau kalau tidak akan mengakibatkan hal-hal di luar dugaan.

tetap menunggu sesuatu yang mustahil. tetap menanti suatu hal yang mungkin sebenarnya sudah tahu seperti apa dan bagaimana penantian tersebut akan berakhir.
sejak pertama kali hati menjatuhkan pilihannya, bahagia. itulah rasa yang pertama kali bisa dirasakan. tapi kenyataannya, bahagia itu hanya sekedar euphoria sesaat saja. hingga kemudian, hati tersebut tersadar dari mimpi panjangnya. bahwa dunia yang sedang dia hadapi sekarang ternyata tidaklah seindah mimpi yang selama ini diimpikan.

melewatkan hati yang begitu tulus demi hati lain yang belum tentu merasakan hal yang sama seperti yang diharapkan. sungguh hal yang tidak seharusnya dilakukan.
dan hal bodoh seperti itu, masih saja terulang. terulang lagi. entah apa yang terpikir, tapi sungguh tak dapat dimengerti. benar-benar tak dapat dimengerti.

......

aku dan merekaa...




sahabat itu sederhana.
sahabat itu pelengkap.
sahabat itu adalah salah satu keajaiban dari Tuhan yang tentunya tak ternilai harganya. karena jika harus memberikan harga, entah berapa ratus trilyun harus dikeluarkan untuk demi memiliki sahabat.
tak perlu berbelit-belit mendefinisikan apa arti seorang sahabat itu. tak perlu terlalu berputar-putar mengartikan tentang arti tentang sebuah ikatan persahaban. karena sebuah persahabatan, seorang sahabat... itu sederhana.
sahabat adalah sebuah tempat.
tempat dimana kita belajar tentang kesetiaan.
tempat dimana kita belajar tentang kepedulian.
tempat dimana kita belajar tentang kehidupan.
tempat kita bersandar saat terpuruk.
tempat kita berbagi semua tawa, air mata, keluh, kesah, hingga kecewa dan marah.
sedikit mengingat kenangan masa lalu saat semua masih terasa manis dan begitu indah ketika masih berseragam putih abu-abu. sebuah masa dimana kita hanya manusia-manusia dengan segala mimpi dalam benak kita. sebuah masa dimana hanya ego yang diutamakan. masa dimana kita mencari dan menginginkan sebuah kebebasan yang sebenarnya. dan sebuah masa dimana kita bertemu dengan orang-orang asing yang begitu menyanyangi kita, begitu peduli pada kita.
sahabat. mereka sederhana. mereka tak pernah meminta lebih dari kita. mereka hanya tahu, bahwa kita adalah saudara. saudara yang harus saling mengingatkan dan saling menjaga satu sama lain. tidak ada hubungan darah sama sekali, tapi kenapa mereka bisa seperti saudara kita sendiri. begitu tahu. begitu mengerti. begitu peduli. dan begitu berharga.
sebuah goresan indah yang telah terukir ketika putih abu-abu masih menjadi kebanggaan kita. bangun di setiap paginya, bergelut dengan dinginnya pagi yang menusuk hingga ke tulang kita berangkat menjemput pintu gerbang masa depan yang lebih cerah, keras, dan menarik, yaitu masa putih abu-abu. bercanda bersama. menghabiskan hari bersama. berbagi cerita.
@ericaputry > melewati hari dengan tawa bersamanya. tak pernah bosan. tak pernah merasa sendiri. kesombongan diri saat mendapat nilai lebih baik. suatu hal yang sangat melekat di memori otak ini. usil dan spontan. sikapnya yang menyebalkan tapi membuatku belajar tentang dunia yang ternyata bisa lebih keras. orang yang selalu memberikan dukungan. setia berada di samping temannya, entah apapun yang terjadi. tawanya... begitu jelas terdengar, terlihat, terasa meski raga kami tak bersama. seorang yang selalu percaya diri. ekspresinya saat merasa paling benar. aku begitu merindukannya.
@zenipuspita > melewati hari dengan tawa bersamanya. tak pernah lelah dan bosan. selalu ada hal yang bisa membuat kita tertawa. melihat sekolah di pagi hari, melihat adik kosnya. mentertawakan semua yang ada di depan mata. seperti sudah menjadi makanan pokok kami. teman mlekutruk bersama. berjuang bersama. bermimpi bersama. dialah orang yang selalu galau dengan masa lalunya. berusaha keras menutupi segalanya. jika kadang tertutup. tapi semakin mengenalnya, aku semakin tahu. tak perlu harus berbicara, seperti sudah tahu apa yang dia pikirkan aku mengerti. caranya mamanggilku, tawanya... begitu indah untuk dikenang. ingin sekali diri ini segera berjumpa dengannya. berbagi segala cerita dan keluh. aku sangat merindukannya.
@hyerea > teman sebangku yang begitu mengerti dan memahami diri ini. tak pernah bosan dan mengeluh tentang sikapku yang mungkin kadang menyakiti perasaannya. meskipun itu tak sengaja. berdebat dengannya tentang masalah sosial agama, seperti suatu hal yang menarik dan menyenangkan. sosoknya yang kuat dan tegar menghadapi semua masalah membuatku belajar darinya. seorang yang selalu mengingatkan tentang kebaikan. air mata tak kuat menahannya saat mengingat beribu kebaikan yang telah dia lakukan padaku. caranya memanggilku, sikap merajuknya, membuatku ingin kembali ke masa itu. masa dimana aku begitu bergantung padanya. aku sungguh merindukan sosoknya.
Sedikit berlebihan memang kalau tulisan ini dibaca sekarang. Tapi bagaimana kalau tulisan ini kita baca 3, 5, atau 10 tahun kemudian. Mungkin hanya akan terlihat senyum manis yang terpasang di wajah kita. Atau mungkin beberapa butir air mata yang terjatuh karena menahan rasa kangen.
Masa remaja yang begitu indah. Masa remaja yang selalu dilewati dengan canda tawa dan tangisan. Masa-masa yang mungkin tidak akan mungkin kita rasakan di masa depan. Masa dimana dunia jauh lebih keras dan galak terhadap kita. Saat itu mungkin kita masih punya sahabat-sahabat di sekolah, menghabiskan waktu bersama mereka dengan segala cerita yang ada. Tapi bagaimana jika putih abu-abu tak terpasang lagi di tubuh kita. Seragam putih abu-abu yang tiap hari kita pakai berganti dengan seragam kerja keras dan tekun dalam bekerja. Orang-orang yang jauh lebih kejam dari yang kita bayangkan. Dimana dunia semakin semrawut. Dimana kita tidak bisa membedakan lagi antara teman dan hanya teman. Siapa teman yang benar-benar peduli pada kita. Dan siapa teman yang hanya datang saat dia butuh saja.
masa putih abu-abu, masa dimana kita mengukir segala  mimpi dan harapan untuk masa depan. hingga kini kita terpisahkan oleh ruang dan waktu. tempat kita berada sekarang, mungkin bukanlah tempat yang kita impikan, bukanlah tempat yang kita harapkan dulu. tapi tempat ini adalah awal dari jalan hidup yang lebih indah.
Sekarang, kita sudah bukan bocah bau ingus lagi. Sekarang kita sudah beranjak dewasa. Yang sudah harus siap menghadapi dunia yang jauh lebih keras. Berharap kita masih tetap menjalin hubungan yang baik hingga terkubur tanah nantinya.
Bisa bertemu, mengenal, dan bersahabat dengan orang-orang terbaik seperti kalian memang suatu hal yang tak ternilai harganya. Semoga suatu hari nanti, saat kita bertemu kembali kita sudah menjadi orang-orang yang sukses. Jangan lupakan semuanya, sahabat… jadikan suatu hal yang bisa membuatmu tersenyum kala kalian sedih dan membuatmu tertawa kala kalian ingin menangis… sampai jumpa di dunia yang lebih keras nanti dan bertemu saat sudah menjadi orang yang bisa dibanggakan. Bertemu nantinya saat kita sudah menjadi pohon cemara yang indah dan kuat, bukan menjadi pohon papaya yang kecil, lemah, dan sombong!!!!!!
Semoga masih tetap bisa ngumpul lengkap kayak dulu lagi, ya… *harapan yang terpendam*
jangan lupakan segalanya. segera jemput dan raih mimpi kalian. buktikan pada dunia bahwa kita adalah kumpulan sahabat penuh mimpi dan harapan. bahkan hingga saat ini kita masih bermimpi untuk menaklukkan dunia. segeralah jemput mimpi kalian agar bisa secepatnya kita bisa bertemu kembali dengan segala yang dulu pernah kita impikan.
doa sujud rasa syukur kita di lapangan basket siang itu, membuatku merasa aku membutuhkan kalian. aku begitu menyanyangi kalian. apapun dan bagaimanapun keadaanku nanti, tetaplah menjadi seperti sekarang. jangan pernah berubah. jangan pernah melupakanku. meski aku hanya seorang biasa, tapi percayalah... hati ini selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. senang rasanya mendengar cerita kalian meski itu hanya lewat sms atau telpon. bahagia rasanya melihat harapan-harapan kalian mulai tercapai.
biarkan air mata ini yang menjadi saksi betapa aku menyanyangi kalian...
ingin rasanya aku berlari menuju kalian dan memeluk erat kalian hanya untuk mengatakan, "aku merindukanmu...". sungguh, ini bukan sok puitis atau sok melankolis, tapi aku sungguh bangga masih punya kalian. ;(
sampai jumpa kawanku... semoga kita selalu... menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan... (sheila on 7)

lebih dekat dengan ayah


-->
Seorang pria yang selalu keluar rumah setiap pagi dan kemudian kembali pulang saat sang fajar sudah berada di peraduannya, dialah ayah kita. Seorang pria yang kita panggil dengan panggilan Ayah tersebut tak kenal waktu untuk bekerja demi memberikan kita hidup yang layak. Seorang pria yang begitu menyanyangi  kita anaknya lebih dari apapun. menganggap kita sebagai harta miliknya yang tak ternilai harganya. memberikan apa yang kita butuhkan, meski kadang sebelum kita memintanya. tapi sayang, jarang orang yang menyadari hal ini.
pernahkah kita melihat sosoknya dari sisi yang berbeda? coba lihat raut wajahnya yang kadang terlihat begitu galak saat marah. coba jangan lihat wajah itu, tapi lihat mata itu saat marah. lihat matanya lebih dalam. mata yang menggambarkan kekecewaan dan rasa bersalah. merasa kecewa pada kita anaknya yang tak pernah mau mendengarkan setiap nasehatnya. merasa kecewa pada kita anaknya karena tak pernah mau memperdulikan setiap kata-katanya. dan tentunya merasa bersalah. merasa bersalah karena kita yang begitu dia harapkan bisa menjadi anak yang soleh/solehah ternyata tak bisa menjadi seperti yang dia harapkan. merasa bersalah karena dia menganggap dirinya tak bisa mendidik dan mengarahkan kita pada hal-hal yang baik. tapi kita tak pernah bisa melihat hal itu.
tak jarang dia sering terlihat hanya diam. tidak mengatakan apa-apa. tidak melakukan apa-apa. tapi dia selalu memberikan dukungannya pada kita. dia selalu memberikan perhatiannya pada kita meski hal ini kadang tak terlihat. dia memang tak pernah terlihat menangis di depan anak-anaknya. bukan karena dia memang begitu super, tapi karena dia ingin terlihat kuat di depan anak-anaknya. dia tak ingin melihat anak-anaknya menjadi manusia yang lemah dan gampang putus asa terhadap tantangan dunia yang begitu keras. tapi, tahukah kita akan hal tersebut?
seorang pria yang tak rela melihat anaknya diperlakukan tidak baik. seorang pria yang tak rela ketika melihat anaknya dipermainkan. dialah orang pertama yang akan pasang badan untuk kita saat melihat kita terancam. tapi kita tidak pernah bisa melihatnya. kita hanya tahu bahwa seorang ayah adalah sosok seorang pria yang menyandang status kepala keluarga yang tugasnya hanya mencari nafkah untuk istri dan anaknya. tapi, pernahkah kita menyadari hal tersebut?
masih begitu melekat dalam benak ini saat sosok seorang pria yang kupanggil ayah ini begitu sabar mengajariku segala hal. dia yang begitu semangatnya saat mendaftarkanku masuk sekolah dasar meskipun hanya berbekal sebuah sepeda kayuh. dia yang begitu menyanyangiku, ketika itu baru saja dia pulang dari bekerja tapi aku sudah merajuk untuk mengajariku pelajaran hari itu. dengan keras dia mengajariku.hingga akhirnya dengan perlahan aku mulai bisa membaca, berhitung, dan mengerti segala hal. dia tak pernah protes saat aku memaksanya mengerjakan tugas sekolahku.
masih teringat dalam bingkai kenangan ini bahwa dia begitu sabarnya merawatku kala aku sakit. berada di sisiku saat aku membutuhkan bantuannya. membelikanku buku bacaan dan banyak makanan agar aku segera sembuh dari sakitku. dia adalah orang yang keras saat aku pertama kali melihatnya. tapi aku tersadar saat aku berada di bangku sekolah dasar. ketika itu adalah hari pembagian rapor pada wali murid. melihat nilaiku yang turun kala itu, aku pikir dia akan memarahiku sama seperti saat aku tak segera mengerti ucapannya saat mengajariku. tapi ternyata aku salah. dia memanggilku, menyuruhku duduk di pangkuannya. kemudian pelan dia mengusap rambutku dengan terus tersenyum seraya berkata, "kenapa? kok nilainya bisa turun? apa yang belum bisa kamu pahami? apa kamu nggak belajar? kenapa?" begitulah kalimatnya dengan begitu pelan dan sabar saat itu. sungguh, aku tak bisa berkata apa-apa saat itu. hanya bisa menahan air mata. bukan karena melihat nilaiku. tapi karena melihat ternyata begitu besarnya perhatian dan kasih sayangnya padaku, pada kita anaknya.
mata ini tak bisa menahan air mata. amarah ini tak bisa terbendung saat mendengar ada seseorang yang mengatakan sesuatu yang buruk tentangnya. mereka tak mengenalnya dengan baik. tapi mengapa mereka begitu tak menyukainya. apapun yang mereka katakan tentangnya, dia tetap saja ayahku yang begitu kuat dan hebat. tak peduli apa kata orang, dimatanya kita tetaplah anak yang selalu dia banggakan dimanapun dia berada, meski kita tak pernah mendengar langsung dari mulutnya. seorang pria yang begitu kagum dan bangga pada kita tapi tak pernah menunjukkan hal tersebut secara terang-terangan di depan kita anaknya. tapi, akankah kita bisa mengerti hal tersebut?
ayah. sosok pria sederhana yang selalu berdoa untuk keselamatan kita saat keluar rumah.sosok pria yang menangis dalam hatinya saat melihat kita anaknya di wisuda. dia begitu bangga memiliki kita. tapi, selama ini banggakah kita padanya?
ayah. dia bukanlah seorang manusia super seperti superman. dia hanyalah seseorang yang selalu berada di belakangmu saat kau akan terjatuh, dia akan menarikmu kembali ke tempatmu semula. seorang pria yang punya tanggung jawab besar terhadap  istri dan anaknya saat berada di dunia. bahkan dia masih saja harus bertanggung jawab atas segala tingkah dan laku istri dan anaknya selama hidup di akherat saat berada di akherat kelak.
sayangilah ayah kita sama seperti dia menyanyangi kita melebihi dirinya sendiri. sayangi mereka sebelum semuanya terlambat.  jangan tunggu hingga kita tak bisa mendengar setiap nasehatnya lagi. karena waktu tidak akan bisa diulang kembali. jangan biarkan dirimu termasuk dalam golongan orang yang menyadari bahwa begitu berharganya seseorang itu setelah orang tersebut menjauh, hingga pada akhirnya menghilang untuk selamanya.
terima kasih ayah, terima kasih atas segalanya. terima kasih untuk setiap nasehat, pengorbanan, dan peluhmu yang menetes selama ini demi kami putra/putrimu.
Copyright 2009 it`s my story.... All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates