edisi se su atu
teman dan sahabat
menunggu
Aku juga tidak pernah menginginkan untuk berada di posisi seperti ini. Apa mereka pikir aku bangga. Apa mereka kira aku senang berada di posisi seperti ini. Berada di posisiku saat ini, tak pernah ku bayangkan. Iya, mungkin dulu aku pernah memikirkannya. Tapi aku tak pernah terlalu berharap.
Baiklah… aku akan memulai ceritanya,
Suatu saat, aku dikenalkan pada seseorang oleh temanku. Awalnya aku merasa nyaman berada bersamanya. Aku merasa aman berada di sampingnya. Perhatiannya membuatku kagum dan merasa bahwa dia memang benar-benar menyanyangiku. Tapi, semakin aku mengenalnya… semakin aku merasa bosan. Aku mencoba bertahan, tapi tetap tak bisa. Aku berusaha menyembunyikannya, tapi kemudian aku berpikir bahwa aku hanya akan melukai perasaannya saja. Dan aku tidak mau melakukannya karena, aku tidak mau disakiti untuk itu aku tidak mau menyakiti perasaan seseorang. Tapi, jika masih tetap dilanjutkan, maka aku hanya akan lebih menyakitinya. Perasaan tidak nyaman itu aku rasakan saat aku merasa berubah menjadi orang lain saat aku bersamanya. Aku merasa telah menipu diriku sendiri. Dan ini sangat menyiksaku. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengatakan perasaanku ini padanya. Aku tahu, mungkin itu akan melukai perasaannya. Tapi aku tak dapat melanjutkannya lagi karena aku tidak nyaman. Entah apa yang ada di pikirannya saat aku mengatakan hal itu padanya. Aku tahu dia tersenyum. Tapi aku juga tahu bahwa senyumnya itu adalah cara untuk menghibur dirinya sendiri. Sesaat aku merasa bersalah. Tapi aku harus tetap melakukannya. Hingga aku harus berpikir ulang untuk meninggalkannya saat dia bilang akan terus menungguku sampai kapanpun.
Di saat aku merasa bersalah atas apa yang kulakukan, aku memutuskan untuk menghabiskan waktuku dengan seorang teman laki-lakiku. Aku tahu dia orang yang selalu bercanda dan bukan tipe orang serius, dia orang yang santai. Tapi entah kenapa, sampai sekarangpun aku tak berani menatap matanya langsung. Aku tak tahu, itu karena aku selalu merasa ada sesuatu pada matanya. Cara bicaranya padaku, membuatku merasa nyaman berada di dekatnya. Caranya memperlakukanku, membuatku tak perlu berpura-pura untuk menjadi orang lain, aku bisa bebas menjadi diriku sendiri. Dia begitu menghargai setiap pendapatku. Dia adalah seorang pendengar yang baik. Dia adalah seorang yang selalu dinanti kedatangannya. Dia selalu berhasil membuatku tertawa jika berada di dekatnya. Dan aku selalu menikmati setiap detik saat barsamanya. Hingga pada akhinya aku mulai menyukainya. Aku tidak perduli bagaimana perasaannya padaku. Yang jelas, aku sudah yakin dengan perasaanku itu. Hingga pada suatu hari aku harus mengurungkan niatku untuk menyatakan perasaanku padanya. Hal itu dikarenakan, sahabatku juga menyukainya. Sempat aku terkejut. Tapi itu tidak bertahan lama setelah aku tahu bahwa ternyata dia sudah jauh lebih dekat dengan sahabatku daripada denganku. Dan sejauh yang aku tahu, dia lebih nyaman saat bersama sahabatku. Awalnya, itu membuatku merasa sakit dan tidak mau lagi berhubungan dengannya. Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku sendiri, bahwa aku masih membutuhkannya. Akhirnya, aku memutuskan untuk tetap bersikap biasa, menganggap seolah tidak terjadi apa-apa. Hingga pada suatu ketika, dia mengatakan suatu kata yang aneh, yaitu… “aku akan menunggumu…”. Aku bingung. Sebenarnya apa maksud dari kalimat tersebut. Apa itu juga salah satu leluconnya? Entahlah…
Dan kini, apa yang harus kulakukan dengan dua orang yang sama-sama mengatakan dan melakukan hal yang sama padaku, menunggu…
…sekian…
salahkah hatiku ....
Malam terasa indah sejak ku mengenalmu
Pagi semakin cerah bila ku mengingatmu
Apakah yang kurasa benar jatuh cinta
Reff:*
Mungkinkah aku jatuh cinta padanya
Mungkinkah aku jatuh hati padanya
Hatiku terasa semakin rindu
**
Rindu ini hanya untuk dirinya
Sayang ini hanya untuk dirinya
Oh tuhan aku jatuh cinta
Mungkin hanya cintamu meluluhkan hatiku
Apakah yang kurasa benar jatuh cinta
Apakah yang kurasa benar jatuh cinta
tapi, semua pikiran tersebut, tadi malam aku muntahkan !!!!! aku yang semula berpikir bahwa aku hanyalah manusia dengan penuh kekurangan, aku yang penuh dengan kelemahan. sehingga membuat aku bersikap kufur terhadap apa yang telah diberikan Tuhan terhadap diriku saat ini maupun di masa laluku.
suatu saat, aku melihat seorang gadis yang sempurna di mataku. dia adalah seorang gadis yang terlihat cantik untuk ukuran seorang perempuan, putih, mulus, dan tinggi. dia berasal dari keluarga yang cukup kaya, karena ayahnya adalah seorang pengusaha yang cukup ternama. dan menurut banyak orang, dia adalah seorang gadis yang pandai dan ramah terhadap siapa saja. sekilas mungkin aku akan mengatakan bahwa dia adalah gadis yang sempurna. tapi ternyata aku salah. di luar itu semua, tersembunyi sebuah fakta yang mengejutkanku. karena ternyata dia mengidap penyakit punggung. sebuah penyakit punggung permanen yang ia dapat sejak ia terlahir ke dunia. dan penyakit ini tak dapat disembuhkan lagi. itu sungguh membuatku terhenyak !! karena di balik kesempurnaannya, tersimpan sebuah misteri yang tak dapat di lihat orang. dan ini membuatku bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Tuhan padaku saat ini. hanya "Alhamdulillah" yang keluar dari bibirku.
suatu ketika, aku melihat seorang gadis yang cantik dan kaya. aku mengenalnya karena dia adalah temanku. tapi satu hal yang tidak dia punya, tapi aku mempunyainya. satu hal itu adalah dia memang kaya, tapi dia tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. sikap keras orang tua dan kakaknya, membuatnya menjadi anak yang nakal, anak yang terpaksa mencari jati dirinya di luar. melalui cara yang menurut banyak orang itu melanggar norma. sekali lagi hanya terucap "Alhamdulillah" dari bibirku.
suatu hari, aku melihat seorang teman yang secara fisik dia terlihat sempurna. dia adalah bintang di sekolah. dia cantik, putih, dan pandai. di sekolah dia adalah idaman bagi setiap laki-laki yang melihatnya. karena hal itu, dia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan. ayahnya adalah seorang anggota DPR. dan karena kecantikannya itulah, dia berhasil menjadi seorang model. dia sering ikut berbagai festival kecantikan. tak jarang pula, ia mendapatkan juara. sempat aku iri dan mengaguminya. tapi kini, aku merasa kasihan padanya. karena ternyata dia tidak mempunyai teman sejati seorangpun. kalaupun punya, teman-temannya hanya memanfaatkkannya. sungguh aku kasihan padanya. banyak yang bilang dia berubah menjadi sombong dan angkuh. sekali lagi, "Alhamdulillah" yang dapat kuucapkan saat ini.
dan sekarang, aku dapat menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Syukur tehadap apa yang telah diberikan Tuhan padaku selama ini. kini aku sadar, bahwa tidak ada manusia yang terlahir sempurna. mungkin dia sempurna secara luar, tapi dalamnya siapa yang tahu. bukankah sudah seharusnya kita terima hidup ini dengan penuh rasa syukur terhadap yang kita punya saat ini ?????
TERIMA KASIH ... TERIMA KASIH YA ALLAH ... TERIMA KASIH ATAS SEGALA HAL YANG TELAH KAU BERIKAN PADAKU ... SEMUA RAHASIA YANG KAU BERIKAN PADAKU ... TERIMA KASIH DENGAN JALAN YANG KAU BERIKAN SAAT INI ... TERIMA KASIH ... TERIMA KASIH ATAS SEGALANYA ... TERIMA KASIH ...
Tuhan jangan kau ambil nafasku
Sebelum ku bersujud pada-Mu
Tuhan tolong panjangkan umurku
Aku ingin bersyukur pada-Mu
Ajari aku mengenal-Mu
Ajari aku mendekatmu
Ajari aku untuk mencintaimu
Bisakah aku mengingatmu
Bila ku tak pernah bertemu
Yang aku bisa hanya menyebut nama-Mu
Tuhan jangan kau cabut nyawaku
Sebelum ku bertobat pada-Mu
Tunjukkan aku jalan lurus-Mu
Agar tak sesat lagi jalanku
Aku bersyukur aku dicintai
Aku bersyukur aku Kau miliki
Aku bersyukur Ya Allah
Dengan apa yang kau beri
Aku terdampar disini
Tersudut menunggu mati
Aku tak percaya lagi
Akan guna matahari
Yang dulu mampu terangi
Sudut gelap hati ini
Aku berhenti berharap
Dan menunggu datang gelap
Sampai nanti suatu saat
Tak ada cinta kudapat
Kenapa ada derita
Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam
Bila putih menyenangkan
Aku pulang….
Tanpa dendam….
Ku terima… kekalahanku…
Aku pulang…
Tanpa dendam…
Kusalut kan .. kemenanganmu…
Kau ajarkan aku bahagia
Kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia
Kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia
Kau berikan aku derita..."
karena aku tahu, dalam hatimu saat ini mungkin saja banyak hal yang ingin kau tanyakan padaku. tentang hal-hal yang sedang meracuni hati dan pikiranmu.
kenapa ? kenapa kau terus berpikir bahwa aku hanya menganggapmu sebagai sahabatmu saja. padahal aku telah menempatkan dirimu dalam hatiku yang palimg dalam. aku telah menempatkanmu di sisi spesial hatiku. tapi, tapi kenapa kau tak dapat melihatnya. lama sudah kita menjalani persahabatan ini, tapi tak pernah kau tanyakan bagaimana hatiku padamu.
memang ada saat-saat aku mulai jenuh dan bosan dengan apa yang aku jalani saat ini. dan kadang ingin ku berlari menjauhimu, pergi jauh darimu dn itu sama sekali bukan karena orang tuamu. tapi, di saat aku ingin berlari sesaat muncul ungkapan hatiku yang tersembunyi di dalam hatiku yang paling dalam. walau kadang aku ragu dan rasa tak percaya, tapi entah kenapa hati ini terus membimbingku untuk tetap berada di sampingmu, tepat menemanimu dalam keadaan apapun. entah saat kau ada di atas awan atau entah saat kau berada dalam keadaan terpuruk sekalipun.
mungkin benar, aku selalu memikirkan diriku sendiri, aku hanya memikirkan apa yang akan kau lakukan selanjutnya. tapi sungguh aku tak menyangka akan begini jadinya ...
jika ada lirik lagu yang tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini adalah ...
menyatukan perasaan, kau dan aku ...
semoga cinta kita kekal abadi ...
sesampainya akhir nanti ...
selamanya ..."
aku yang selalu ada di sampingmu, berada di sisimu saat kau membutuhkan seseorang untuk menemanimu saat kau terpuruk. tapi, tapi kenapa kau malah mengulurkan tanganmu pada orang lain. sakit hatti ini melihat hal itu, tapi aku tak dapat melakukan apa-apa kecuali diam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
hingga pada suatu hari, saat kau dicampakkan oleh gadismu. kembali kau menemuiku, memintaku untuk meminjamkan bahu ini. kau memintaku mendengar keluh kesah yang kau alami. dengan sabar dan tulus hati aku mendengarkan setiap kata yang terucap dari bibirmu. tapi, tak pernah kau melihat kesungguhanku.
entah sampai kapan aku akan menyembunyikan hal ini darimu. aku berharap, suatu saat aku tahu isi hatiku entah kapan, dimana, dan bagaimana caranya nanti. aku tak peduli !! aku sungguh tak peduli !!!
karena aku akan tetap menunggumu, sampai kapanpun .........
My Hurts
semuanya telah berakhir ...
cerita cinta antara diriku dan dirimu ...
dan takkan ada cinta yang seperti dulu. saat-saat indah yang kita lalui berdua, kini terpaksa harus kurelakan pergi dalam bayanganku.
entah, entah bagaimana aku bisa bertahan tanpamu, tanpamu di sisiku lagi. dan entah, dapatkah kau merelakanku, melepaskanku, dan melupakanku dari hidupmu.
masih teringat di di dalam benakku,
di sore itu, kau datang dengan membawa hatimu yang penuh cinta untukku, dan tanpa ragu aku menyambutnya dengan tangan terbuka. walau aku tahu, tak sepenuhnya cintamu untukku.
memang, saat ku tahu kenyataan pahit itu, aku terluka. dan tak dapat lagi rasanya aku memintamu untuk tetap di sisiku, di sini bersamaku.
tapi, kau kembali padaku, kembali ke pelukanku tanpa hadirnya di hatimu lagi. sempat kurasa di atas awan, serasa menjalani hidup kedua, kuterima cintamu kembali untuk yang kedua kalinya.
entah, antara aku yang bodoh, atau memang kau yang tak tahu diri. ternyata, kau masih menyimpan gadis itu di pojok hatimu terdalam. dan kenapa, kenapa saat dia memintamu untuk kembali, kau mau saja menurutinya.
dan tanpa sepengetahuanku, kau telah berani bermain api dengannya lagi, dengan mantanmu yang dulu sempat kau tinggalkan demi aku.
mungkin, mungkin benar hatimu baik padaku. buktinya, kau mengatakan padaku bahwa kau telah kembali pada mantanmu dan menjalin hubungan di belakangku. dan aku tak dapat memaafkan semua ini. dikhianati, bukanlah pilihanku, tapi inilah takdirku. takdir merah yang harus aku jalani. tanpa mengeluh, dan tanpa menyesal.
di saat aku mulai bisa melupakanmu,
di saat aku mulai bisa merelakanmu,
di saat aku mulai bisa melupakanmu,
kau datang dengan sejuta kata dan janji yang kau berikan padaku.
"maafkan ... maafkan aku ... maafkan egoku ... maafkan aku yang tak tahu betapa berartinya kau dalam hidupku ... maafkan aku yang telah tega membuatmu menangis dan tersiksa" itulah kalimat panjang yang kau ucapkan padaku, sempat terpikir di benakku untuk memaafkanmu, dan menerimamu kembali dalam hatiku. tapi, Tuhan memberi jalan berbeda, dan dia telah memberiku jalan.
di saat itulah, kulihat sebuah cincin telah bertengger indah di jari manis tangan kirimu. sempat kau mengelak, hingga akhirnya kau benar-benar mengatakan,
"maaf ... ini bukanlah inginku"
heh, bukan inginmu? lalu, kenapa kau masig mau melakukannya? demi ibumu?
sudah, sudah cukup aku memberimu kesempatan, kesempatan untuk mengulang semuanya, dari awal.
tapi, ternyata kau menyia-nyiakannya, kau telah membuang kesempatamu.
dan kini, aku tak dapat memberimu kesempatan lagi. karena kau telah menjadi milik orang lain. orang yang lebih tepat untukmu.
kini, aku dapat melihatmu berjalan bergandengan tangan dengannya. tapi, tak dapat kah kau lihat hati ini yang terluka, hati ini yang menangis. menangis karenamu.
aku tahu, aku pasti sanggup bertahan tanpamu.
aku tahu, aku pasti bisa mendapatkan yang lebih baik.
semuanya telah berakhir ...
semuanya telah berakhir ...
cerita cinta antara diriku dan dirimu ...
dan takkan ada cinta yang seperti dulu. saat-saat indah yang kita lalui berdua, kini terpaksa harus kurelakan pergi dalam bayanganku.
semoga, kau bahagia dengannya,
dan semoga kau dapat menaruhku dalam bingkai masa lalumu yang indah. yang dapat memberiku semangat, dan memberimu sebuah kenangan kecil dalam hidupmu.
i love you ...
i love you my past story ...
say good bye to me ...
Curahan hati
mungkin cuaca panas hari ini tidak sama seperti hatiku yang sedang berbunga-bunga hari ini.
hari ini, untuk kesekian kalinya aku dapat bersama kembali dengan pujaan hatiku, cinta pertamaku. sejak pertama aku bertemu dengannya, mungkin itulah saat dimana pertama kalinya aku menyukai seorang laki-laki.
aku bagaikan menunggu turunnya salju di padang pasir. ya ... aku bagaikan menunggu sesuatu yang mustahil.
tapi, walaupun aku masih bisa melihat, bersama tanpa bisa menyentuhnya, cinta pertamaku, tapi kenapa makin lama cintaku tak bisa sekuat dan semenggebu dahulu kala. karena kini, kini cintaku sudah mulai pudar.
tapi, untungnya aku tak perlu waktu lama untuk mengisi kembali hatiku yang sempat kosong. dan dialah orang kedua yang pernah mengisi hatiku. saat pertama aku melihatnya, aku tidak punya perasaan lebih padanya. tapi, setelah beberapa bulan aku bersamanya aku baru tahu kalau aku ternyata punya perasaan lebih pada lelaki tersebut. tapi, aku tak bisa lagi mempertahankan cintaku padanya, karena aku tahu bahwa, bahwa ternyata sahabatku juga mempunyai perasaan yang lebih pada lelaki yang aku sama seperti lelaki yang mencoba untuk kembali mengisi hatiku yang kosong menjadi lebih berwarna dan bermakna.
akhirnya, setelah aku dapat melupakan cinta keduaku, aku kembali menemukan seseorang yang mampu membuatku tersenyum sendiri jika membayangkannya. dia berhasil membuatku tak bisa lepas pandangan darinya. segala tingkah dan kelakuannya dapat membuatku merasa terhibur dan hatiku kembali diwarnai oleh seuntai kisah singkatku dengannya. tapi, kembali aku harus berusaha untuk mundur perlahan dari belantika cinta sesaat yang mencoba singgah di hatiku yang sedang kosong untuk saat itu. karena, karena aku tahu, bahwa sebenarnya lelaki tersebut hanya menjadikan aku sebagai stasiun pemberhentian cintanya. setelah dia berhasil mendapatkan cinta sahabatku, dia dengan teganya meninggalkan dan dengan cepat dia dapat melupakanku.
akupun tak mampu untuk berbuat apa-apa selain diam. karena yang disukainya adalah sahabatku, sahabatku sendiri jadi aku tak perlu risau dan resah. walaupun aku rapuh, tapi aku mencoba untuk tetap tegar di balik hatiku yang rapuh. rapuh karena cinta.
dan kini, hatiku kembali terisi oleh seseorang yang berhasil mengisi hatiku, dia berhasil meyakinkanku untuk percaya kembali pada cinta. dan entah bagaimana dan kapan, aku termakan omongannya. aku mau saja disuruhnya, disuruhnya ini dan itu tanpa mengeluh dan tanpa curiga padanya sedikitpun.
tak berapa lama kemudian, aku baru tahu, aku baru tahu kalau aku hanya dijadikan pelampiasan hatinya yang sedang kesepian. baru aku tahu, kalau ternyata aku hanyalah yang kedua baginya. karena ternyata, dia sudah mempunyai seorang pacar yang sedang menempuh pendidikan di bandung, jawa barat.
sempat aku menanyakan status kami. pernah aku mengajukan pertanyaan pentingnya aku baginya. dan dia mengatakan aku sama pentingnya dengan pacarnya yang pertama. sempat aku bertahan dengan keadaan seperti ini. tapi, aku mencoba untuk berfikir rasional. bahwa, sama saja dengan aku adalah perusak hubungan orang lain. maka segera aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya, tapi kenapa dia tetap ingin bertahan bersamaku dengan dalih bahwa pacarnya tidak tahu. dengan segala upaya yang dia lakukan, akupun akhirnya luluh dan kembali lagi dengannya. walaupun hatiku merasa bersalah, risau, dan bimbang. tapi, entah kenapa aku menurut saja apa katanya. betapa curang, jahat, dan tak tahu dirinya aku telah membuat seseorang tidak setia pada pasangannya. lalu,berdosakah aku?
sekarang, apa yang harus aku lakukan? haruskah aku meninggalkannya untuk kebaikanku, kebaikannya, dan kebaikan pacarnya.
haruskah aku melupakannya walau aku tahu aku takkan mampu melakukannya.
haruskah aku menghapus bayangannya dalam benakku, walaupun tiap saat dia terus hadir dalam pikiranku.
haruskah?
haruskah?
haruskah?
haruskah?
haruskah aku melakukannya?
apa yang harus aku lakukan?
apa yang harus aku lakukan?
apa yang harus aku lakukan?
kalau hatiku masih mencintainya,
kalau aku tak mampu melakukannya,
dan kalau aku tak siap jika harus menjalani hariku tanpanya,
apa yang harus aku lakukan?
Curhat !
dia adalah seorang perempuan,perempuan biasa,perempuan yang sama dengan perempuan lainnya.aku tahu aku takkan bisa sepertinya,bahkan sampai kapanpun aku mencoba,aku tidak akan mampu.
kesabaran,kegigihan,keuletan,ketenangannya,dan kesetiaannya pada segala hal yang dia kerjakan.dia sanggup bertahan di tengah segala cobaan yang menerpanya.walau dia sering disakiti hatinya,tapi dia tetap tegar di balik kerapuhan hatinya.dia tetap bertahan walau dia tahu itu sulit untuknya.tapi mengapa dia tidak pergi dan meninggalkan semuanya.dan memulai hidup yang baru.tapi dia tidak melakukannya.
dia selalu sabar menanti,menunggu sebuah janji.dia selalu berkata "berakit-rakit ke hulu,berenang-renang ke tepian" aku kadang heran dengan sikapnya.kenapa dia yakin dengan peribahasa tersebut,walaupun aku tahu itu tidak akan terjadi dalam waktu singkat.tapi dia yakin,dia percaya,dan dia mampu memperlihatkannya padaku.
dia telah mengajariku banyak hal.dia telah membimbingku dari nol hingga sekarang.dia telah banyak berkorban,bahkan berkorban nyawa demi diriku.dia begitu menyanyangiku.
dialah idola hatiku,dialah orang terpenting dalam hidupku,dialah lentera hidupku,dan dialah
dialah IBUKU ...
'I LOVE YOU, MOM ...'
itu berarti kaliand masih normal khan ;;
heheheheheeheee
jangan biarkan rasa cinta yang tumbuh dalam hati kaliand, menjadi beku dan tak bertuan seperti cinta kuh ini ............
kasian kasian kasian .........huft memang
aku punya sebuah cinta dalam hatikuh yang aku simpan rapi dalam hati kuh ini ...
tapi, aku terlalu pengecut untuk mengungkapkannya ..............
aku tak berani mengatakan isi hatikuh padanya,
sehingga hati kuh ini terlanjur beku dan dingin dimakan sahabatkuh sendiri.....
aku yang tak berani mengungkapkan bahwa aku menyukainya
aku yang tak berani menampakkannya padanya
walaupun sekarang dia ada di samping kuh saat ini
dan akhirnya cintakuh tak terbalas, sebelum aku mengungkapkannya.
perih memang, tapi hati dan hidup kuh akan tetap berjalan ke depan
ada maupun tanpa dirinya di sisi kuh
untuk itu, buat semua yang sedang jatuh cinta,
ungkapkanlah perasaan kaliand
sebelum kaliand menyesal nantinya
menyesal hari ini, nanti, maupun untuk masa depan nanti .............






