RSS

tell the world that you`re ...

tell the world that you`re ...
a strong person. talk louder, feel deeper. yes, you can!!

teman dan sahabat


Hanya senyum yang bisa kuberikan untuk orang-orang yang selalu menganggapku sosok yang kuat. Ucapan terima kasih untuk orang-orang yang selama ini menganggapku adalah orang yang tak pernah merasakan rasa sakit.
Kadang bingung, dan bertanya dalam hati. Sebenarnya apa yang mereka lihat dariku sampai mereka menganggapku seperti itu. Mungkinkah itu karena aku selalu tersenyum dan tak pernah menampakkan rasa sedihku di depan mereka? Atau mungkin karena aku tak pernah mengatakan yang sesungguhnya? Entahlah…
Sebenarnya, jauh di dalam hatiku ingin aku mengatakan pada mereka bahwa aku terluka dan aku tak bisa menahannya sendirian. Tapi aku tidak mampu, aku tidak mampu untuk mengatakannya. Tahukah mereka bahwa aku selalu menangis setiap malam? Menangis di dalam kegelapan. Menangis di dalam kesunyian malam agar tidak ada orang yang tahu? Mungkin mereka memang tidak tahu. Tapi ternyata aku salah. Karena masih ada Tuhan yang selau melihat, mendengar, dan berada di sampingku walau bagaimanapun keadaanku. Dia tak pernah letih untuk mendengar setiap rasa yang kurasakan dan setiap hal yang kualami.
Di satu sisi, saat aku terpuruk… Beberapa orang tiba-tiba datang padaku. Mereka mengatakan bahwa mereka peduli padaku. Aku hargai kepedulian dan perhatian mereka padaku. Walau kadang aku bertanya dalam hati, mereka melakukannya karena memang mereka benar-benar peduli padaku sebagai seorang teman atau mereka hanya penasaran saja. Entahlah…
Tidak munafik, aku sering berpikir bahwa mudah saja mereka mengatakan hal itu padaku karena mereka tidak mengalami dan merasakan apa yang ku alami dan aku rasakan. Mereka naïf, itulah yang kupikirkan saat mereka mnegatakan hal-hal yang kurasa tidak sesuai dengan hatiku. Tapi sadar atau tidak, apa yang mereka katakan kadang memang benar, atau bahkan selalu benar adanya. Walaupun aku selalu menyadarinya di akhir saat aku sudah menyesal.
Tapi, satu hal yang akhirnya aku tahu. Ternyata tidak semua dari mereka benar-benar peduli dan perhatian padaku. Karena hanya ada satu dua orang yang benar-benar peduli padaku. Mereka tidak hanya membimbimbingku, tapi mereka juga tidak takut untuk menghakimiku. Mereka juga tidak ragu menyalahkan setiap langkahku yang salah. Tapi mereka juga tidak ragu untuk kembali menjabat dan menggenggam tanganku erat dan kemudian menuntunku ke jalan yang benar. Mereka juga tahu kapan harus melepaskan tangan mereka saat aku sudah merasa mampu berdiri sendiri. Awalnya, aku memanggil mereka teman. Tapi sekarang, aku memanggil mereka SAHABAT.
Terima kasih sahabat. Terima kasih karena kalian mau tetap berada di sampingku walau apapun yang terjadi padaku. Terima kasih karena kalian sudah mau menjaga langkahku selama ini. terima kasih…     

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 it`s my story.... All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates