Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti hati siapapun. Aku juga tidak pernah berniat untuk memberi harapan palsu pada siapapun. Dari awal sudah ku katakan bahwa aku tidak punya perasaan apapun. Aku hanya menganggapnya sebagai hubungan biasa, seorang teman biasa. Seorang teman tanpa harus terikat oleh suatu perasaan tertentu di luar perasaan sebagai seorang teman
Aku juga tidak pernah menginginkan untuk berada di posisi seperti ini. Apa mereka pikir aku bangga. Apa mereka kira aku senang berada di posisi seperti ini. Berada di posisiku saat ini, tak pernah ku bayangkan. Iya, mungkin dulu aku pernah memikirkannya. Tapi aku tak pernah terlalu berharap.
Baiklah… aku akan memulai ceritanya,
Suatu saat, aku dikenalkan pada seseorang oleh temanku. Awalnya aku merasa nyaman berada bersamanya. Aku merasa aman berada di sampingnya. Perhatiannya membuatku kagum dan merasa bahwa dia memang benar-benar menyanyangiku. Tapi, semakin aku mengenalnya… semakin aku merasa bosan. Aku mencoba bertahan, tapi tetap tak bisa. Aku berusaha menyembunyikannya, tapi kemudian aku berpikir bahwa aku hanya akan melukai perasaannya saja. Dan aku tidak mau melakukannya karena, aku tidak mau disakiti untuk itu aku tidak mau menyakiti perasaan seseorang. Tapi, jika masih tetap dilanjutkan, maka aku hanya akan lebih menyakitinya. Perasaan tidak nyaman itu aku rasakan saat aku merasa berubah menjadi orang lain saat aku bersamanya. Aku merasa telah menipu diriku sendiri. Dan ini sangat menyiksaku. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengatakan perasaanku ini padanya. Aku tahu, mungkin itu akan melukai perasaannya. Tapi aku tak dapat melanjutkannya lagi karena aku tidak nyaman. Entah apa yang ada di pikirannya saat aku mengatakan hal itu padanya. Aku tahu dia tersenyum. Tapi aku juga tahu bahwa senyumnya itu adalah cara untuk menghibur dirinya sendiri. Sesaat aku merasa bersalah. Tapi aku harus tetap melakukannya. Hingga aku harus berpikir ulang untuk meninggalkannya saat dia bilang akan terus menungguku sampai kapanpun.
Di saat aku merasa bersalah atas apa yang kulakukan, aku memutuskan untuk menghabiskan waktuku dengan seorang teman laki-lakiku. Aku tahu dia orang yang selalu bercanda dan bukan tipe orang serius, dia orang yang santai. Tapi entah kenapa, sampai sekarangpun aku tak berani menatap matanya langsung. Aku tak tahu, itu karena aku selalu merasa ada sesuatu pada matanya. Cara bicaranya padaku, membuatku merasa nyaman berada di dekatnya. Caranya memperlakukanku, membuatku tak perlu berpura-pura untuk menjadi orang lain, aku bisa bebas menjadi diriku sendiri. Dia begitu menghargai setiap pendapatku. Dia adalah seorang pendengar yang baik. Dia adalah seorang yang selalu dinanti kedatangannya. Dia selalu berhasil membuatku tertawa jika berada di dekatnya. Dan aku selalu menikmati setiap detik saat barsamanya. Hingga pada akhinya aku mulai menyukainya. Aku tidak perduli bagaimana perasaannya padaku. Yang jelas, aku sudah yakin dengan perasaanku itu. Hingga pada suatu hari aku harus mengurungkan niatku untuk menyatakan perasaanku padanya. Hal itu dikarenakan, sahabatku juga menyukainya. Sempat aku terkejut. Tapi itu tidak bertahan lama setelah aku tahu bahwa ternyata dia sudah jauh lebih dekat dengan sahabatku daripada denganku. Dan sejauh yang aku tahu, dia lebih nyaman saat bersama sahabatku. Awalnya, itu membuatku merasa sakit dan tidak mau lagi berhubungan dengannya. Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku sendiri, bahwa aku masih membutuhkannya. Akhirnya, aku memutuskan untuk tetap bersikap biasa, menganggap seolah tidak terjadi apa-apa. Hingga pada suatu ketika, dia mengatakan suatu kata yang aneh, yaitu… “aku akan menunggumu…”. Aku bingung. Sebenarnya apa maksud dari kalimat tersebut. Apa itu juga salah satu leluconnya? Entahlah…
Dan kini, apa yang harus kulakukan dengan dua orang yang sama-sama mengatakan dan melakukan hal yang sama padaku, menunggu…
…sekian…
LOLA FACT
Posted in
Label:
cerpen
Aku Lola, Lola Kamarine. Aku adalah seorang mahasiswi semester 6 jurusan psikologi. Aku bukanlah orang yang urakan, tapi aku juga bukan tipe orang yang selalu menjalani hidup dengan serius. Jadi… bisa dibilang aku adalah orang yang santai tapi tetap fokus dalam menjalani apapun yang sedang kulakukan. Hidup sebagai anak kos membuatku menjadi pribadi yang mandiri dan tak suka jika harus mengandalkan orang lain. Karena itu, sampai sekarang aku berusaha keras untuk meringankan beban orang tua dengan mencari kerja sampingan. Namun hal itu selalu saja gagal. Bukan karena aku tak becus dalam bekerja, tapi ini dikarenakan aku tak bisa mengatur waktuku dengan baik. Aku tidak mengatakan aku orang yang ceroboh, hanya tidak pandai mengatur waktu.
Sebagai anak rantau, aku tidak pernah membeda-bedakan siapa yang pantas menjadi temanku dan siapa yang tidak. Dan karena hal itulah, aku punya dua orang sahabat. Mereka adalah Yogi Firmansyah dan Rio Ginanjar. Mereka adalah orang-orang yang selalu setia menemani dan berada di sampingku saat aku membutuhkan bantuan.
Yogi Firmansyah. Dia adalah mahasiswa semester 6 jurusan Management Ekonomi. Yogi adalah orang yang sopan. Di antara kami bertiga, dia adalah orang yang paling lurus jika dibandingkan denganku dan Rio. Sifatnya yang sabar dan tidak pernah marah membuatku merasa seperti punya kakak yang selalu melindungi dan mengayomi adiknya.
Rio Ginanjar. Seorang mahasiswa semester 6 jurusan kedokteran. Aneh memang jika tahu seorang Rio yang urakan dan tidak terlalu pintar bisa masuk kedokteran. Tapi itulah Rio, dia adalah malaikat keberuntungan bagi kami bertiga. Hidupnya santai, lucu, tapi dia adalah cowok yang bertanggung jawab. Tampangnya yang lumayan oke, membuatnya digilai banyak cewek di kampus. Tapi entah kenapa dia memilih untuk jomblo. Kalau dia mau, dia bisa saja menjadi seorang player kelas tongkol, tapi dia tidak mau melakukannya.
Kami mulai bersahabat sejak pertama kali daftar di universitas yang sama. Saat itu, kami bertiga sama-sama tersesat karena kebingungan mencari kantor administrasi. Dari perkenalan singkat, kamipun menjadi sering bertemu karena kos di komplek yang sama. Dari situlah kami mulai dekat dan kemudian menjadi sahabat sampai sekarang.
“ Pulang kuliah nongkrong bentar, yuk!” ajak Rio saat aku tiba di kantin setelah jam pelajaran selesai.
“ Kemana dulu…” kataku asal.
“ Kemana aja, muter-muter sambil hunting tempat-tempat asik…” sambung Rio.
“ Nunggu Yogi keluar dulu, deh…”
“ Gimana kuliah lo?”
“ Masih sama kayak kemarin, membosankan tapi asik.”
“ Gimana bisa, ngebosenin tapi asik… aneh…”
Tak lama kemudian, muncullah sosok yang dinanti-nanti kehadirannya.
“ Dosen lo ceramah apaan sih. Lama banget.” celoteh Rio.
“ Maaf…” kata Yogi pelan sambil mengambil tempat duduk disampingku.
“ Rio ngajak nongkrong. Lo sibuk nggak…” tanyaku.
“ Hari ini bisa, lagian tugasku udah selesai. Jadi bisa bebas.”
“ Bagus deh. Kalo gitu nggak usah banyak cincong. Kita berangkat sekarang?” tanya Rio.
Kami berdua segera berdiri dari tempat duduk. Dan kami bertigapun segera menuju parkiran dimana mobil Rio diparkir. Di tengah perjalanan, tiba-tiba Yogi menghentikan langkahnya.
“ Kenapa?” tanyaku sambil berhenti dan diikuti oleh Rio yang juga menghentikan langkahnya.
“ Trouble, nih… Lia, temen satu kelompokku sms. Dia bilang tugas yang kemarin aku kasih ke dia ada yang miss. Padahal besok dikumpulin.” jelas Yogi.
“ Ya udah… lo pergi aja. Lain kali aja lo ikut.” usul Rio yang langsung diiyakan oleh Yogi.
Al hasil, hari itu hanya aku dan Rio yang pergi. Akhirnya, setelah satu jam perjalanan kami sampai di sebuah café baru yang tidak jauh dari kampus kami. Kami segera masuk dan mencari tempat duduk yang nyaman. Akhirnya, kami memilih kursi yang ada di balkon atas dengan alasan masih sepi dan bisa langsung melihat pemandangan jalan sore itu yang tidak terlalu ramai seperti biasanya.
“ Tumben lo diem aja. Kenapa? Sariawan lo?” tanyaku pada Rio saat kami sudah sampai di kursi yang kami mau.
“ Enak aja…”
“ Trus kenapa? Nggak biasanya lo diem gini. Ada masalah sama dosen lo? Atau sama gebetan lo?”
“ Gak lah… eh, kemarin lo bilang ada yang suka sama lo. Siapa? Normal gak sih tuh cowok. Kok bisa-bisanya suka sama cewek jadi-jadian kayak lo.”
“ Gue cewek Yoyo… aseli cewek tau!!!” serobotku cepat dan cukup keras.
“ HAHAHA…”
“ Ketawa aja sepuas lo, sebelum ketawa dilarang sama pemerintah.”
“ HEHEHE.”
“ Eh, Yo… mumpung gak ada Yogi, lo cerita dong soal cewek inceran lo itu. Masa iya kita sahabatan udah 3 tahun gue nggak tahu siapa cewek itu.”
“ Ngapain… nggak penting juga…”
“ Nggak penting gimana? Bukannya lo udah ngincer dia dari semester 1, kan…”
“ Iya…”
“ Ih… mainnya rahasiaan. Pelit amat seh jadi orang. Lo nggak tahu kalo orang pelit itu kuburannya sempit!”
“ Tahu, makanya sekarang gue lagi nabung. Ntar duitnya bisa gue pake buat ngontrak rumah di kuburan.”
“ Sarappppp…”
Dari semester pertama, Rio sudah cerita bahwa dia menyukai seseorang. Tapi sampai sekarang, kami berdua sama sekali tidak tahu siapa sosok misterius tersebut. Dia begitu rapat menyimpan rahasianya yang satu ini.
Seminggu kemudian…
“ Tumben jam segini udah keluar kelas…” kataku pada Yogi saat tiba-tiba dia muncul di kantin. Padahal, jam-jam segini adalah jam sibuk buat Yogi.
“ Hari ini dosen nggak masuk, jadi cuma tugas aja.”
“ Ooooo…”
“ La, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu,”
“ Sesuatu? Apa? Soal cewek?” tebakku asal.
“ Soal kamu.”
“ Hah!”
“ Aku gak tau, aku bingung gimana ngomongnya…”
“ Ya ngomong aja. Emang ada apaan sih…”
“ Sejak aku lihat kamu pertama kali di kantor administrasi, aku udah tertarik sama kamu. Aku gak tahu, tiap dekat kamu aku nyaman. Ada rasa yang berbeda saat aku bersama kamu.”
“ Bentar… lo lagi ngapalin teks drama kampus atau ini salah satu kalimat dalam teks puisi yang lagi lo apalin? Hah?” kataku asal karena aneh saat mendengar Yogi berbicara seperti itu.
“ Aku serius… Aku suka sama kamu.”
Sesaat seluruh aliran darahku berhenti saat mendengar pengakuan Yogi.
“ Aku gak peduli apa yang ada dalam pikiran kamu saat ini. Tapi aku jujur. Ini bener-bener tulus dari hatiku.”
“…”
“ La… kamu denger aku, kan?”
“…”
“ La!”
“ Eh, i… iya gue denger, kok…”
Pengakuan yang begitu mengejutkan keluar dari mulut seorang Yogi yang notabene adalah seorang sahabat yang ku anggap sebagai abang sendiri. Tentu saja aku tidak langsung menjawabnya. Aku masih terkejut. Aku bingung harus bagaimana. Marahh kah? Senang kah? Atau bagaimana, harus bagaimana aku?
Keesokan harinya, karena merasa tidak nyaman dengan perasaanku sendiri aku memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Rio sekaligus meminta pendapatnya. Kebetulan sekali, hari itu Rio juga ingin bertemu karena ingin membicarakan sesuatu padaku. Kamipun sepakat akan bertemu malam harinya di warung nasi goreng Mang Ayub yang ada di dekat kos kami.
Pukul 8 tepat, aku segera bergegas ke tempat Mang Ayub dimana Rio sudah tiba duluan.
“ Tumben tepat waktu pak dokter…” godaku pada Rio.
“ Calon dokter…”
“ Iya… ntar akhirnya juga jadi dokter, kan…”
“ Iya… dan lo jadi nyonya dokternya.”
“ Nggak ah… jadi nyonya dokter ribet. Apalagi dokternya sarap kayak lo gini… ogah!” celotehku santai karena menganggap Rio tidak serius dengan ucapannya.
“ Tapi gue serius, La…”
“…”
“ Bukannya lo pernah nanyain siapa cewek inceran gue dari semester pertama sampai sekarang itu siapa? Lo tau kenapa gue nggak bisa ngasih tau ke lo?”
“ Kenapa? Karena cewek itu buronan polisi ya?”
“ Karena cewek itu lo. Cewek inceran gue itu lo, La…”
“…”
“ Gue suka sama lo…”
Rasanya malam itu kayak ada petir yang menyambar keras tepat di atas kepalaku. Bagaimana mungkin dua orang sahabat menyatakan perasaannya padaku di waktu yang hampir bersamaan. Bingung harus mengatakan apa, sama seperti Yogi yang hanya kudiamkan tanpa mengatakan sepatah katapun Rio juga aku perlakukan hal yang sama. Aku tak tau apa yang sedang terjadi.
Keesokan harinya, aku mengumpulkan Yogi dan Rio di taman depan kantor administrasi tempat pertama kali kami bertiga bertemu.
“ Gue nggak tau apa yang sedang kalian rencanain. Tapi jujur Gue kecewa. Kenapa kalian harus nutupin perasaan kalian. Kenapa kalian nggak ngomong dari awal kalau kalian suka sama gue. Karena, kalo gue tau kalian suka sama gue, gue nggak perlu repot-repot buat sahabatan sama kalian.”
“ La…” panggil Yogi dan Rio bersamaan.
“ Gue gak mau persahabatan kita rusak cuma gara-gara hal ini. Dan gue juga nggak peduli walaupun kalian ngomong beratus-ratus kali kalo kalian suka sama gue. Gue tetap pada keputusan gue.”
“…” saat itu mereka hanya terdiam menunggu kalimat apa yang akan kuucapkan selanjutnya.
“ Gue udah punya tunangan… Dan setelah Gue lulus, gue bakal nikah sama dia. Kita udah pacaran sejak SMA.” jelasku tegas tapi pelan.
Jelas pengakuanku tersebut mengagetkan mereka berdua.
“ Sorry kalo selama ini Gue nggak ngomong ke kalian soal ini. Dulu gue udah sempat cerita soal ini kan… Tapi kalian nganggep ini cuma lelucon.”
“ Lola…” panggil Yogi pelan.
“ Gue hargai keberanian dan kejujuran kalian soal perasaan kalian masing-masing ke Gue. Tapi, sorry Gue gak bisa…”
Mereka hanya terdiam membisu tak menjawab apa-apa. Aku tau ini begitu mengagetkan mereka. Aku juga tau, aku telah melukai hati dua orang sekaligus. Aku sadar aku telah mengecewakan mereka. Tapi memang itulah realita sebenarnya.
Akupun mendekat pada Rio dan Yogi. Menggenggam erat tangan mereka dengan senyum terbaik yang kumiliki. Sesaat Yogi melepaskan tanganku, menatap tajam mataku dan kemudian pergi meninggalkan kami berdua. Aku tau dia kecewa. Tapi dia harus terima kenyataan yang ada, kenyataan bahwa aku sudah bertunangan dan tidak mungkin menerima cintanya.
Melihat Yogi yang berlalu, aku hanya bisa menahan air mata.
“ Kita udah kayak cerita di drama-drama Korea belom?” celetuk Rio yang membuatku tersenyum simpul karena tak bisa menahan air mata.
Rio segera menarikku ke dalam pelukannya. Membelai lembut rambut panjangku. Melihat apa yang dilakukan Rio, aku semakin tak bisa menahan rasa bersalahku pada mereka berdua.
“ Lo punya hak buat nglakuin hal ini. Lo gak salah. Hanya saja… mungkin ini semua terlalu cepat buat Yogi.” ucapnya pelan. Kaget mendengar seorang Rio bisa mengatakan hal seperti itu membuatku tangisku semakin menjadi.
“…”
“ Dengan begini, kita bisa jadi sahabat yang paling solid di kampus ini… bahkan di dunia ini… iya kan?” sesaat kalimat Rio membuatku tenang. Membuatku percaya bahwa semua akan kembali seperti semula.
Aku hanya bisa menganggukkan kepala pelan. Aku tahu Rio juga menahan rasa sakit dan kecewanya padaku. Tapi dia berusaha menutupinya dariku karena dia nggak mau terlihat lemah di depanku, di depan cewek yang dicintainya. Dan aku menghargai dan menghormati apapun keputusan peradilan mereka berdua padaku.
Hal ini bukanlah akhir dari persahabatan kami. Karena ini adalah awal dari segalanya.
Sebagai anak rantau, aku tidak pernah membeda-bedakan siapa yang pantas menjadi temanku dan siapa yang tidak. Dan karena hal itulah, aku punya dua orang sahabat. Mereka adalah Yogi Firmansyah dan Rio Ginanjar. Mereka adalah orang-orang yang selalu setia menemani dan berada di sampingku saat aku membutuhkan bantuan.
Yogi Firmansyah. Dia adalah mahasiswa semester 6 jurusan Management Ekonomi. Yogi adalah orang yang sopan. Di antara kami bertiga, dia adalah orang yang paling lurus jika dibandingkan denganku dan Rio. Sifatnya yang sabar dan tidak pernah marah membuatku merasa seperti punya kakak yang selalu melindungi dan mengayomi adiknya.
Rio Ginanjar. Seorang mahasiswa semester 6 jurusan kedokteran. Aneh memang jika tahu seorang Rio yang urakan dan tidak terlalu pintar bisa masuk kedokteran. Tapi itulah Rio, dia adalah malaikat keberuntungan bagi kami bertiga. Hidupnya santai, lucu, tapi dia adalah cowok yang bertanggung jawab. Tampangnya yang lumayan oke, membuatnya digilai banyak cewek di kampus. Tapi entah kenapa dia memilih untuk jomblo. Kalau dia mau, dia bisa saja menjadi seorang player kelas tongkol, tapi dia tidak mau melakukannya.
Kami mulai bersahabat sejak pertama kali daftar di universitas yang sama. Saat itu, kami bertiga sama-sama tersesat karena kebingungan mencari kantor administrasi. Dari perkenalan singkat, kamipun menjadi sering bertemu karena kos di komplek yang sama. Dari situlah kami mulai dekat dan kemudian menjadi sahabat sampai sekarang.
“ Pulang kuliah nongkrong bentar, yuk!” ajak Rio saat aku tiba di kantin setelah jam pelajaran selesai.
“ Kemana dulu…” kataku asal.
“ Kemana aja, muter-muter sambil hunting tempat-tempat asik…” sambung Rio.
“ Nunggu Yogi keluar dulu, deh…”
“ Gimana kuliah lo?”
“ Masih sama kayak kemarin, membosankan tapi asik.”
“ Gimana bisa, ngebosenin tapi asik… aneh…”
Tak lama kemudian, muncullah sosok yang dinanti-nanti kehadirannya.
“ Dosen lo ceramah apaan sih. Lama banget.” celoteh Rio.
“ Maaf…” kata Yogi pelan sambil mengambil tempat duduk disampingku.
“ Rio ngajak nongkrong. Lo sibuk nggak…” tanyaku.
“ Hari ini bisa, lagian tugasku udah selesai. Jadi bisa bebas.”
“ Bagus deh. Kalo gitu nggak usah banyak cincong. Kita berangkat sekarang?” tanya Rio.
Kami berdua segera berdiri dari tempat duduk. Dan kami bertigapun segera menuju parkiran dimana mobil Rio diparkir. Di tengah perjalanan, tiba-tiba Yogi menghentikan langkahnya.
“ Kenapa?” tanyaku sambil berhenti dan diikuti oleh Rio yang juga menghentikan langkahnya.
“ Trouble, nih… Lia, temen satu kelompokku sms. Dia bilang tugas yang kemarin aku kasih ke dia ada yang miss. Padahal besok dikumpulin.” jelas Yogi.
“ Ya udah… lo pergi aja. Lain kali aja lo ikut.” usul Rio yang langsung diiyakan oleh Yogi.
Al hasil, hari itu hanya aku dan Rio yang pergi. Akhirnya, setelah satu jam perjalanan kami sampai di sebuah café baru yang tidak jauh dari kampus kami. Kami segera masuk dan mencari tempat duduk yang nyaman. Akhirnya, kami memilih kursi yang ada di balkon atas dengan alasan masih sepi dan bisa langsung melihat pemandangan jalan sore itu yang tidak terlalu ramai seperti biasanya.
“ Tumben lo diem aja. Kenapa? Sariawan lo?” tanyaku pada Rio saat kami sudah sampai di kursi yang kami mau.
“ Enak aja…”
“ Trus kenapa? Nggak biasanya lo diem gini. Ada masalah sama dosen lo? Atau sama gebetan lo?”
“ Gak lah… eh, kemarin lo bilang ada yang suka sama lo. Siapa? Normal gak sih tuh cowok. Kok bisa-bisanya suka sama cewek jadi-jadian kayak lo.”
“ Gue cewek Yoyo… aseli cewek tau!!!” serobotku cepat dan cukup keras.
“ HAHAHA…”
“ Ketawa aja sepuas lo, sebelum ketawa dilarang sama pemerintah.”
“ HEHEHE.”
“ Eh, Yo… mumpung gak ada Yogi, lo cerita dong soal cewek inceran lo itu. Masa iya kita sahabatan udah 3 tahun gue nggak tahu siapa cewek itu.”
“ Ngapain… nggak penting juga…”
“ Nggak penting gimana? Bukannya lo udah ngincer dia dari semester 1, kan…”
“ Iya…”
“ Ih… mainnya rahasiaan. Pelit amat seh jadi orang. Lo nggak tahu kalo orang pelit itu kuburannya sempit!”
“ Tahu, makanya sekarang gue lagi nabung. Ntar duitnya bisa gue pake buat ngontrak rumah di kuburan.”
“ Sarappppp…”
Dari semester pertama, Rio sudah cerita bahwa dia menyukai seseorang. Tapi sampai sekarang, kami berdua sama sekali tidak tahu siapa sosok misterius tersebut. Dia begitu rapat menyimpan rahasianya yang satu ini.
Seminggu kemudian…
“ Tumben jam segini udah keluar kelas…” kataku pada Yogi saat tiba-tiba dia muncul di kantin. Padahal, jam-jam segini adalah jam sibuk buat Yogi.
“ Hari ini dosen nggak masuk, jadi cuma tugas aja.”
“ Ooooo…”
“ La, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu,”
“ Sesuatu? Apa? Soal cewek?” tebakku asal.
“ Soal kamu.”
“ Hah!”
“ Aku gak tau, aku bingung gimana ngomongnya…”
“ Ya ngomong aja. Emang ada apaan sih…”
“ Sejak aku lihat kamu pertama kali di kantor administrasi, aku udah tertarik sama kamu. Aku gak tahu, tiap dekat kamu aku nyaman. Ada rasa yang berbeda saat aku bersama kamu.”
“ Bentar… lo lagi ngapalin teks drama kampus atau ini salah satu kalimat dalam teks puisi yang lagi lo apalin? Hah?” kataku asal karena aneh saat mendengar Yogi berbicara seperti itu.
“ Aku serius… Aku suka sama kamu.”
Sesaat seluruh aliran darahku berhenti saat mendengar pengakuan Yogi.
“ Aku gak peduli apa yang ada dalam pikiran kamu saat ini. Tapi aku jujur. Ini bener-bener tulus dari hatiku.”
“…”
“ La… kamu denger aku, kan?”
“…”
“ La!”
“ Eh, i… iya gue denger, kok…”
Pengakuan yang begitu mengejutkan keluar dari mulut seorang Yogi yang notabene adalah seorang sahabat yang ku anggap sebagai abang sendiri. Tentu saja aku tidak langsung menjawabnya. Aku masih terkejut. Aku bingung harus bagaimana. Marahh kah? Senang kah? Atau bagaimana, harus bagaimana aku?
Keesokan harinya, karena merasa tidak nyaman dengan perasaanku sendiri aku memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Rio sekaligus meminta pendapatnya. Kebetulan sekali, hari itu Rio juga ingin bertemu karena ingin membicarakan sesuatu padaku. Kamipun sepakat akan bertemu malam harinya di warung nasi goreng Mang Ayub yang ada di dekat kos kami.
Pukul 8 tepat, aku segera bergegas ke tempat Mang Ayub dimana Rio sudah tiba duluan.
“ Tumben tepat waktu pak dokter…” godaku pada Rio.
“ Calon dokter…”
“ Iya… ntar akhirnya juga jadi dokter, kan…”
“ Iya… dan lo jadi nyonya dokternya.”
“ Nggak ah… jadi nyonya dokter ribet. Apalagi dokternya sarap kayak lo gini… ogah!” celotehku santai karena menganggap Rio tidak serius dengan ucapannya.
“ Tapi gue serius, La…”
“…”
“ Bukannya lo pernah nanyain siapa cewek inceran gue dari semester pertama sampai sekarang itu siapa? Lo tau kenapa gue nggak bisa ngasih tau ke lo?”
“ Kenapa? Karena cewek itu buronan polisi ya?”
“ Karena cewek itu lo. Cewek inceran gue itu lo, La…”
“…”
“ Gue suka sama lo…”
Rasanya malam itu kayak ada petir yang menyambar keras tepat di atas kepalaku. Bagaimana mungkin dua orang sahabat menyatakan perasaannya padaku di waktu yang hampir bersamaan. Bingung harus mengatakan apa, sama seperti Yogi yang hanya kudiamkan tanpa mengatakan sepatah katapun Rio juga aku perlakukan hal yang sama. Aku tak tau apa yang sedang terjadi.
Keesokan harinya, aku mengumpulkan Yogi dan Rio di taman depan kantor administrasi tempat pertama kali kami bertiga bertemu.
“ Gue nggak tau apa yang sedang kalian rencanain. Tapi jujur Gue kecewa. Kenapa kalian harus nutupin perasaan kalian. Kenapa kalian nggak ngomong dari awal kalau kalian suka sama gue. Karena, kalo gue tau kalian suka sama gue, gue nggak perlu repot-repot buat sahabatan sama kalian.”
“ La…” panggil Yogi dan Rio bersamaan.
“ Gue gak mau persahabatan kita rusak cuma gara-gara hal ini. Dan gue juga nggak peduli walaupun kalian ngomong beratus-ratus kali kalo kalian suka sama gue. Gue tetap pada keputusan gue.”
“…” saat itu mereka hanya terdiam menunggu kalimat apa yang akan kuucapkan selanjutnya.
“ Gue udah punya tunangan… Dan setelah Gue lulus, gue bakal nikah sama dia. Kita udah pacaran sejak SMA.” jelasku tegas tapi pelan.
Jelas pengakuanku tersebut mengagetkan mereka berdua.
“ Sorry kalo selama ini Gue nggak ngomong ke kalian soal ini. Dulu gue udah sempat cerita soal ini kan… Tapi kalian nganggep ini cuma lelucon.”
“ Lola…” panggil Yogi pelan.
“ Gue hargai keberanian dan kejujuran kalian soal perasaan kalian masing-masing ke Gue. Tapi, sorry Gue gak bisa…”
Mereka hanya terdiam membisu tak menjawab apa-apa. Aku tau ini begitu mengagetkan mereka. Aku juga tau, aku telah melukai hati dua orang sekaligus. Aku sadar aku telah mengecewakan mereka. Tapi memang itulah realita sebenarnya.
Akupun mendekat pada Rio dan Yogi. Menggenggam erat tangan mereka dengan senyum terbaik yang kumiliki. Sesaat Yogi melepaskan tanganku, menatap tajam mataku dan kemudian pergi meninggalkan kami berdua. Aku tau dia kecewa. Tapi dia harus terima kenyataan yang ada, kenyataan bahwa aku sudah bertunangan dan tidak mungkin menerima cintanya.
Melihat Yogi yang berlalu, aku hanya bisa menahan air mata.
“ Kita udah kayak cerita di drama-drama Korea belom?” celetuk Rio yang membuatku tersenyum simpul karena tak bisa menahan air mata.
Rio segera menarikku ke dalam pelukannya. Membelai lembut rambut panjangku. Melihat apa yang dilakukan Rio, aku semakin tak bisa menahan rasa bersalahku pada mereka berdua.
“ Lo punya hak buat nglakuin hal ini. Lo gak salah. Hanya saja… mungkin ini semua terlalu cepat buat Yogi.” ucapnya pelan. Kaget mendengar seorang Rio bisa mengatakan hal seperti itu membuatku tangisku semakin menjadi.
“…”
“ Dengan begini, kita bisa jadi sahabat yang paling solid di kampus ini… bahkan di dunia ini… iya kan?” sesaat kalimat Rio membuatku tenang. Membuatku percaya bahwa semua akan kembali seperti semula.
Aku hanya bisa menganggukkan kepala pelan. Aku tahu Rio juga menahan rasa sakit dan kecewanya padaku. Tapi dia berusaha menutupinya dariku karena dia nggak mau terlihat lemah di depanku, di depan cewek yang dicintainya. Dan aku menghargai dan menghormati apapun keputusan peradilan mereka berdua padaku.
Hal ini bukanlah akhir dari persahabatan kami. Karena ini adalah awal dari segalanya.
Posted in
Rabu, 09 Maret 2011
Hari-hariku semakin terasa berat dengan adanya UTS yang menyebalkan. Bab-bab yang menjejali otakku dengan segala rumus dan hafalan yang tidak mudah masuk otakku yang lemot ini …
Entah harus berapa lama lagi aku hareus menghabiskan waktuku untuk terus membolak-balikkan tiap lembar buku pelajaran yang menyesakkan ini …
Ku berjuang dalam hari-hari terakhir ini … agar nanti aku tak menyesali akrir ceritaku … aku berusa sekuat tenaga agar nilaiku bisa maksimal dan tak mengecewakan siapapun yang telah memberi kepercayaan padaku. Aku ingin membuat mereka bangga dan puas dengan hasil yang akan aku dapatkan nanti …
Sulit memang untuk mendapatkan yang kita inginkan kalau rintangan yang ada di depan kita begitu beragam dan tak terduga …
Tapi, berkat doa dari orang-orang tercinta aku dapat menghadapi jejalan-jejalan soal yang rumit dengan baik dan tentunya tak lupa dengan senyuman manis yang tak pernah ketinggalan. Walaupun kadang aku ingin berteriak dan menangis karena tak kuat dan merasa lemah, tapi aku selalu senantiasa ingat orang-orang yang aku cinta untuk membangkitkan kembali semangatku.
Untuk itu, terima aksih pada kalian semua …
Posted in
Selasa, 08 Maret 2011
SM*SH (dibaca: SMASH) adalah sekelompok anak muda yang ingin berbagi kegembiraan dan perasaan lewat musik dan penampilan. Secara garis besar memang terlihat Smash Indonesia ini menduplikat keras grup Smash Korea yang terlebih dulu ada dan famous. Dari Style, dance bahkan yang terlihat sangat jelas adalah nama group mereka.
Boyband baru Indonesia ini banyak digandrungi oleh cewe-cewe remaja khususnya yang masih SMP ataupun SMA yang bisa dibilang ABG (Anak Baru Gede).
Penampilan pertama mereka di industry music Indonesia diawali dengan single “I Heart You”. Sebuah lagu sebagai bukti ungkapan rasa cinta terhadap seorang gadis remaja. Diciptakan oleh Sogi Indradhuaja, Decil Prapanca, Buni D’Looney, dan Hendi yang mengambil lirik sederhana dari kosa kata percakapan anak remaja “hari begini”. Seperti penggalan lirik berikut:
“Kenapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu”
You know me so well
“I know you so well”
“Girl i need you, Girl i love you, Girl i heart you”
You know me so well
“I know you so well”
“Girl i need you, Girl i love you, Girl i heart you”
Smash yang artinya Seven Man As Seven Hero ini beranggotakan 7 orang (Seven gitu loh), berikut biodata personil mereka :
RAFAEL LANDRY TANUBRATA
Lahir : 16 November 1986, Garut
Zodiac : Scorpio
Penyanyi Favorit : Mulan Jameela
Studi : Universitas Maranatha
Lagu favorit : If You’re Not the One, Daniel Bedingfield
Jajanan favorit : Jajanan pasar
Impian sukses : Jadi seorang entertainer yang melegenda dan menjadi panutan banyak orang
Pertama kali on stage : Nyanyi di Gereja
Tidak disukai : Kaca yang retak
Fans Page On Twitter : http://twitter.com/Rafael_FansCL
Twitter Account:@rafaell_16
RANGGA DEWAMOELA SOEKARTA
Zodiac : Capricorn
Penyanyi Favorit : Stevie Wonder
Studi : Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Lagu Favorit : Because of You, Keith Martin
Jajanan favorit : French Fries
Impian sukses : Membahagiakan dan membuat bangga orang tua
Pertama kali on stage : Lomba Nyanyi antar SD
Artis cewek favorit : Beyonce, Agnes Monica
Tidak disukai : Dibohongin dan Udara Panas
Facebook Fans Page : http://id-id.facebook.com/pages/Rangga-Dewamoela-Soekarta/174611359240125
Twitter Account : http://www.twitter.com/rangga_moela
MORGAN OEY
Zodiac : Gemini
Penyanyi Favorit : Justin Timberlake, Rihanna, Christina Aguilera
Studi : Information & Technology, Universitas Bina Nusantara, Jakarta
Lagu Favorit : Breathless, Shayne Ward
Jajanan favorit : French Fries
Impian sukses : Membawa keluarga jalan-jalan keliling dunia
Pertama kali on stage : Indonesian Idol Audition
Artis cewek favorit : Sandra Dewi
Tidak disukai : Dikekang dan dibohongi
Twitter Account : http://twitter.com/MorganFCL/status/2177101470682316
Morgan Fans Club : http://www.facebook.com/pages/Morgan-oey-Fans-Club/158090384236869?v=wall
DICKY MUHAMMAD PRASETYA
Zodiac : Gemini
Penyanyi Favorit : Stevie Wonder
Studi : SMA BPI 1, Bandung
Lagu Favorit : Semua lagu 2NE1 dan Lady Gaga
Jajanan favorit : Jajanan yang pedas
Impian sukses : Pengen dikenal dan diterima masyarakat
Pertama kali on stage : Pentas Budaya TMII
Artis cewek favorit : Rihanna
Tidak disukai : Dibohongi
Twitter Account: @dickymprasetyo
BISMA KARISMA
Zodiac : Sagitarius
Penyanyi Favorit : Jason Mraz, Chris Brown, Hyun Ah
Lagu Favorit : Semua lagu yang enak buat dinyanyiin
Jajanan favorit : Cuankie, pecel, ice chocolate, teh manis
Impian sukses : Jadi musisi dan sutradara
Pertama kali on stage : Puma Ground Zero
Artis cewek favorit : Poppy Sovia, Zoey Deschanel
Tidak disukai : Kedinginan, debu, dibohongi, dan basa basi
Facebook Fans Page: http://id-id.facebook.com/pages/Bisma-Karisma-Fans-Page/117166998353968
Facebook Account :http://www.facebook.com/profile.php?id=100001758566935
Twitter Account : http://twitter.com/bismakarisma
M. REZA ANUGRAH
Zodiac : Aries
Penyanyi Favorit : Ne Yo
Studi : SMAN 6, Bandung
Lagu Favorit : Nothin on You, Keith Martin
Jajanan favorit : Siomay
Impian sukses : Maju sampai go international dengan SMASH dan bisa bawa orang tua naik haji.
Pertama kali on stage : Kid’s Choice Award Nickelodeon
Artis cewek favorit : Sandara 2NE1, Katy Perry, Agnes Monica
Tidak disukai : Diselingkuhi
Twitter Account : @mrezanugrah
M. ILHAM FAUZI
Zodiac : Virgo
Penyanyi Favorit : Gita Gutawa, Hayley Nichole Williams
Studi : SMAN 1, Bandung
Lagu Favorit : That’s What You Get – Paramore
Jajanan favorit : French Fries khas SMAN1 dan chicken katsu
Impian sukses : Pengen jadi anak shaleh untuk orang tua dan bisa terkenal, pengen bikin video klip dengan Hayley Nichole Williams
Pertama kali on stage : Kid’s Choice Award Nickelodeon
Artis cewek favorit : Putri Titian
Tidak disukai : Menunggu
Twitter Account: @ilhamfauzie
Fakta Unik Tentang Smash Indonesia :
* SMASH itu kepanjangan dari Seven Man as Seven Heroes. Banyak yang bilang Six Man as Six Heroes, itu salah banget ya. hehe
* SMASH terdiri dari 7 orang cowok yang berdomisili di Bandung kecuali Morgan
* Rafael adalah personel tertua dibandingkan dengan personel yang lain, sedangkan Ilham adalah personil termuda.
* Ilham dan Reza merupakan saudara kandung. Reza kakaknya dan Ilham adiknya.
* Morgan memiliki background entertaiment sebagai model di platinum agency.
* Rangga adalah seorang pecinta kucing. Nama kucing yang pernah dia sebut itu Tinkerbell dan Bento.
* Menurut personil lain, ternyata Dicky itu yang paling sering salah pas lagi latihan.
* Ini juga kata personil lain ya, Rangga itu yang paling sering ngaret alias terlambat terus lama dandan.
* Bisma adalah crew dari bboy di Bandung, kalo gak salah namanya DawnSquad.
* Sebelum gabung di SMASH, Bisma pernah ikut ajang battle dance di TV swasta.
* Dicky, Ilham dan Reza satu grup dance waktu event dance bareng Cinta Laura.
* Lagu SMASH – I Heart You itu ternyata dulunya adalah theme song dari OZRadio Bandung.
* Katanya nih, Morgan suka sama ular.
* Dulu Bisma pernah dikerjain temennya yang bilang ke salah satu Belibers luar negeri, kalo Bisma itu mirip Justin Bieber dan hasilnya Belibers itu ngamuk parah.
* Bisma punya peliharaan monyet, namanya Odoth.
* Rangga dan Bisma udah kenal sebelum tergabung di SMASH.
* Poppy Sovia adalah salah satu artis yang diidolakan sama Bisma, bahkan dia pengen punya cewek yang mirip sama Poppy Sovia alias KW supernya.
* Di MV mereka, Dicky dan Bisma sama-sama yang berambut blonde dan berbehel.
* Di MV mereka sebenarnya hanya ada 6 personel, dan katanya saat itu Rafael sedang sakit, sehingga gak bisa ikutan bikin MV.
* Tapi, faktanya di detik 00.39 terdapat 7 personel, dan disana ada Rafael.
* Bisma bilang kalo pipinya Rangga itu pipi bakso.
* Desas desusnya, anak-anak SMASH sering mejengnya di PVJ Bandung.
* Bisma menyebut dirinya dengan Mamang karena ahli dalam Bahasa Sunda.
* Dan juga, Bisma memanggil dirinya dengan Zombie karena kebiasaan tidur pada pagi hari. Katanya sih dia insomnia gitu.
* Morgan dipanggil oleh member lain dengan Ogan.
* Nama panggilan Reza adalah Eca, sedangkan Bisma dengan Ima dan Rafel oleh cocoh (maksudnya koko gitu kali ya? hehe)
* Hanya Reza, Dicky dan Ilham yang masih berstatus sebagai siwa SMA.
* Saat ulangtahun Rafael, Bisma dan Rangga sengaja mengerjai Rafael dengan pura-pura berantem.
* SMASH pertama kali debut di Inbox.
* Reza dan Bisma adalah main Rapper.
* Ilham katanya takut sama badut.
* Reza katanya juga nih takut sama yang berunsur hantu-hantu gitu.
* Ternyata Reza dan Ilham kurang fasih berbahasa Sunda, karena mereka bukan berasal dari Sunda.
* Sebelum dengan SMASH, Rangga tergabung di Elva singer sejak SMA.
* Bisma bisa dibilang personel yang paling banyak makan dibandingkan yang lain.
* Rafael satu-satunya member yang twitternya di protect.
hemmettttt
Posted in
Label:
ceritaku
Kamis, 24 Februari 2011
Udah lama gak ngisi blog … selain karena gak ada waktu, juga karena bingung mau nulis apa lagi … mungkin saat itu otak lagi gak fresh dan nge-blank, sampek gak ada isinya buat nulis sesuatu atau sharing tentang pengalaman baruku … ( hehehehe )
Kali ini, aku gak akan sharing tentang pengetahuan atau ilmu seh … tapi sekedar mau sharing tentang ceritaku akhir-akhir ini … cerita nyebelin seh … pada mau dengerin kan …
Pernah gak seh, kalian merasakan diangkat tinggi-tinggi sama seseorang, dipuja puji ini itu, dan setelah kita terbuai dengan apa yang telah mereka lakukan, kita dibuang jauh ke dasar, kita dilempar begitu saja tanpa perasaan. MENYAKITKAN !!! memang … tapi apa yang harus aku lakukan, aku tak dapat melakukan apa-apa, marah ??? itu hanya akan membuang waktu, pikiran, dan tenagaku saja kan … menangis ??? hanya akan menguras tenaga, dan air mataku saja … mencaci makinya ??? hanya akan menambah dosa.
Dan yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah menyesali apa yang telah aku lakukan selama ini. Betapa bodohnya aku yang percaya begitu saja padanya. Yang merasa bahwa dialah orang yang tepat, adalah suatu kesalahan besar yang telah aku lakukan pada diriku sendiri saat ini bahkan sampai nanti. Tak dapat aku bohongi perasaanku, aku masih merindukannya, tapi aku bosan !!! AKU BOSAN dengan yang telah dia katakana, dia lakukan padaku dulu. Dan kini, jangan harap aku akan memaafkanmu untuk kedua kalinya. NEVER !!!
Sekarang, aku berusaha untuk berdiri tegar dan kuat. Tak ada lagi yang dapat aku lakukan selain hal tersebut. Awalnya ini berat untuk dirasakan dan dilalui, tapi kini … kini aku dapat kembali tersenyum dan berani menatap matahari kembali. Kini aku siap menghadapi kerasnya dunia ini.
Aku berharap, dia kan sadar dan tahu bahwa apa yang dia lakukan padaku adalah suatu kesalahan besar. Hingga dia dapat segera merubah sikapnya. Tapi, dengan adanya hal ini, kau makin tahu bahwa dia bukanlah milikku, dan aku bisa lebih kuat dari sebelumnya, aku dapat menjadi seorang perempuan yang tegar dan kuat. AMIEN …
Sekian dulu yang dapat aku tulis, lain kali aku akan tulis ceritaku kembali … untuk saat ini, itu dulu yang dapat aku share, karena waktulah yang mengharuskan aku untuk mengakhiri tulisan ini …
SAMPAI KETEMU LAGI DI TULISAN-TULISANKU BERIKUTNYA …
SEE YOU … BYE … !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)






